Menikah itu sebuah keputusan yang mudah atau sukar???

Gw rasa itu gmn keadaan si-org yg mau ngejalanin aja yah… Jadi gak bisa di ambil kesimpulan bahwa keputusan nikah itu mudah atau sukar.

Gw terinspirasi nulis ini, karena td malam ada kejadian yang membuat gw sedikit belajar, bahwa mengenal seseorang dengan segala permasalahan masa lalu dan masa kini itu penting sebelum lu memutuskan untuk menikah dengan dia dan tentunya sedikit bertanya dlm hati, apa adat atau kepercayaan tertentu memang berpengaruh dan ng-fek??

Di hadapan gw, ada seorang wanita yang akan segera melepas masa lajangnya beberapa bulan lagi. Kebetulan gw juga kenal dengan calon suaminya, dan tahu sedikit tentang riwayat hubungan mereka hingga akhirnya mereka berniat mengakhiri hubungan mereka dan menuju ikatan suci Pernikahan.

Prosesi adat lamaran yang mereka adakan pun juga turut gw hadiri (sampe gak kerja..nakal yah??hehehhe). Ternyata dari proses itu pun sudah terlihat permasalahan, bukan permasalahan sih sebenernya lebih kpd missedcom yg terjadi di pihak wanitanya aja. Wanita ini punya adik perempuan juga yang udh punya rencana juga mau nikah Tahun depan, dan ternyata wanita ini juga ingin menikah di Tahun depan. Ketika adat istiadat di perdebatkan??? dan ketika kata “pamali” itu di percaya maka harus ada penyelesaian…”Pamali” klo adik kakak nikah di tahun yang sama, “Pamali” juga klo kakak perempuan di langkah adik perempuan.. Mengenai adat dan kepercayaan itu NO COMMENT dagh gw, krn ini juga yang akan gw tanyakan…

Namun akhirnya adat dan kepercayaan itu gw pertanyakan ketika semua masalah mulai muncul. Keputusan keluarga wanita itu adalah adiknya akan melangsungkan pernikahan lebih dahulu di akhir tahun ini, artinya wanita itu DILANGKAH. Dari sini mulai muncul argumen-argumen para tetua yang meyakini bahwa akan ada sebuah masalah, si wanita dan calonnya yang sepertinya tidak menghiraukan adat dan juga”pamali” tenang-tenang saja.

Malam tadi gw sempet mikir, apa iya ada yang begitu (adat “pamali” ) gw coba menggunakan logika dan keyakinan gw bahwa jika Tuhan berkehendak apapun bisa terjadi, dan jika Tuhan tidak berkehendak apapun bisa terjadi.

Permasalahan muncul, ketika sang wanita ternyata tidak mengenal dan mengetahui sejauh apa permasalahan calon suaminya. Beberapa hari ini, seorang wanita yang mengakui pernah menjalin hubungan dengan calon suaminya datang dan mengutuk keras rencana pernikahan mereka dan mengancam akan ada kematian jika sampai pernikahan itu berlangsung.

Wanita ini terlihat tetap tenang, tapi gw tahu dia galau… Dan beberapa kali terlihat menahan emosi dan tangisnya. Sempet gw mendengar wanita ini berkata ” emg udh sejauh apa lu sm calon gw? lu udh gak virgin?? ” dan kemudian gw mendengar si wanita berkata lagi ” y udh, lu masih virgin gak ada masalahkan..jd knp lu kaya org gila pake mau bunuh diri klo gw nikah sm calon gw…”.

Gak berapa lama, calon suaminya tlp dia… dari pembicaraan mereka yang berdurasi kurang lebih 30 menit gw tahu bahwa permasalahan sepertinya di bikin rumit sama calonnya sendiri. Wanita itu pergi menemui calonnya, sebelumnya dia pamit k gw dan sedikit bercerita tentang permasalahannya. tapi gw rasa itu bukan masalah bagi wanita itu, tp itu adalah masalah calonnya, seharusnya calonnya itu bisa menyelesaikannya sendiri tanpa harus melibatkan wanita itu.

Ketika menikah menjadi sebuah peristiwa sekali se-umur hidup dan sekali memilih seharusnya kita bisa lebih selektif dan mengenal siapa calon kita dan bagaimana permasalahannya sekalipun masa lalunya. Pahit buruk atau gak enak di denger dan di terima harus tahu. (mnrt gw, untuk mengurangi kekecewaan ketika lu udh nikah, dan lu mendapati apa yg tidak lu ketahui sebelumnya)

Permasalahan yang di hadapi wanita ini adalah, mantan calon suaminya. Yang gak di sangka2 bakal se-anarkis ini ketika mereka ingin menikah. Dan parahnya keluarga si mantan itupun seperti menuntut sesuatu yang sepertinya bahkan klo menurut gw LEBAY.

Pacaran itu harus tahu batasannya, batasan itu seperti apa ada yang bisa membuatnya?? Itu juga lagi-lagi tergantung individu dan kesepakatan mereka dalam berkomitmen…rite???

Ketika lu pacaran, dan ketika lu menjalani hubungan sama pacar lu mungkin yg indah2 aja yg kebayang, dan gak akan nyangka klo hubungan lu akan berakhir. Makanya untuk antisipasi, menurut gw siapapun yang emang masih dalam konteks pengenalan penjajakan atau pacaran udh degh gak usah macem2 sampe bisa melakukan hal stupid (u know i means).

Kejadian yang terjadi di dpn mata gw aja, yg jelas2 mantan cwenya ngaku masih virgin tapi bisa menimbulkan masalah buat  hubungan yang punya niat baik ingin melangkah ke arah yang lebih sakral. Bisa bayangin klo ternyata keadaanya lebih parah karena mantannya ini beneran gak virgin??? apa masih bisa ada pernikahan? secara mantannya ini gak mau pernikahan mereka terjadi makanya dia muncul dan hadir di saat-saat sekarang.

Dan yang lebih parahnya org indonesia itu gak punya malu, lebih mikirin dan mentingin emosi sesaat. Malu gak sih ketika lu dtg dan mau ancurin niat org mau nikah, cm karena lu gak terima dan masih sayang sama org itu, dan parahnya lu sendiri menyadari bahwa hubungan lu kemaren gak sampe bikin kehormatan lu ilang. Terus lu masih ngancem2 mau bunuh diri, dan gak terima di tinggalin… Satu hal yah, selain lu udh bikin diri lu sendiri ancur klo bersikap begitu, lu juga udh bikin wanita lain hancur juga. Padahal dia gak bikin salah apa2 sama lu.

Terus, parahnya lagi orang indonesia itu terlalu demen melebar-lebarkan masalah dan nyusahin diri sendiri, coba aja liat calonnya kalaupun emang gak ngerasa “ngapa2in” knp mesti takut dan jadi ikut ngelibatin calon istri, apa malah masalah gak semakin jd melebar yah??? lagian klo emg udh ambil keputusan untuk nikahin seseorang gw rasa gak usah pake bimbang, apa lagi cm masalah teror mantan pacar yg gak terima di tinggal nikah.

Dan anehnya kenapa ada org yang mau nikah tapi gak tahu banyak ttg calonnya, buat apa donk masa pacaran dan penjajakan??? sebaiknya gak perlu cerita manis dan janji yg belum tentu di laksanain. Tanya aja bagaimana dia menjalani hubungan sebelum sama lu, sejauh apa, dan mengapa berakhir??? disini menuntut kejujuran sih..sekali bohong pasti akan bohong terus.

Nah klo lu udah tahu keburukannya, lu juga pasti bisa menilai dan mengambil keputusan mau di lanjutin atau enggak. Dilanjutinnya juga dengan komitmen yang tentunya bisa menghindari lu dr masalah yang kemungkinan akan lu hadapi, mikir gak enaknya dulu lah… klo hasilnya enak kan juga buat lu. Klo hasilnya gak enak, paling enggak lu udh tahu hal itu akan terjadi, jd gw rasa keterpurukannya gak begitu dalam krn udh tahu sebelumnya kaya apa.

Dari permasalahan yg udh gw ceritain, ternyata kesalahan individu dalam melakukan penjajakan, dan emosi yang gak terkontrol dr pihak ketiga yang gak terima itu malah di salah artikan sama mayarakat awam kita. Ini lagi-lagi berkaitan dengan adat.

Karena wanita ini akhirnya di LANGKAH adiknya, jadi di yakini permasalahan yg terjadi akibat itu, akibat gak nurutin adat dan melanggar “pamali”. “pamali” yang sampai detik ini gw gak ngerti siapa yg ngeluarin, krn gak balance aja klo ada”pamali” tp gak ada “bumali” (hehehehe..jayus yakz…peace)

Padahal, sebenernya kedua calon mempelai itu lagi di uji, dan gak ada hubungannya sm adat2an apalagi “pamali” dugh..hari gini??? (ups..agak takut juga gw bilang begini, krn kdg gw gambling juga..)

Kalaupun mereka ternyata tidak jadi melangsungkan pernikahan, gw rasa mereka emang gak jodoh atau bukan jodoh. Segalanya Tuhan yang berkehendak manusia cuma punya rencana aja kok. Iy gak???

Dan gw rasa, klo mereka gak jadi adalah dampak karena di langkah adiknya, itu…………??? (gmn mnrt lu?)

” aa bingung mau minta tolong sama siapa…”

sms itu membuat bulu kuduk ku merinding, terbayang jika saat itu suami ku nanti yang akan mengirim kan sms itu ke sanak dan saudaranya karena keadaan ekonomi yang terhimpit  dandi posisi lain istrinya sedang meregang nyawa karena waktu melahirkan segera tiba.

Kehamilan pertama, kelahiran pertama, dan untuk pertama kalinya menjadi org tua..

Aku tahu tidak mudah untuk menerima kenyataan bahwa kelahiran yang di predeksikan akan dilakukan kuarng lebih 2 bulan lagi tiba2 saja harus di lakukan hari ini.

Tidak ada satupun persiapan, yang ada hanya segudang ke-khawatiran dan otak yang terus berputar berfikir dari mana uang persalinan di dapatkan, pihak rumah sakit meng-informasikan bahwa persalinan akan di lakukan caesar, dan pihak rumah sakit hanya akan menunggu samapi jam empat sore nanti untuk menyelesaikan administrasi sebesar ENAM JUTA RUPIAH.

Mungkin bagi para blogger sekalian nominal itu tidak seberapa, tapi bagi ku itu lumayan besar, dan ak sendiri bingung mau seperti apa membantunya (krn ak sendiri gak punya).

Anehnya pihak Rumah sakit seperti menutup hati dan berupaya acuh dengan keadaan pasien sampai semua administrasi selesai. Sisi kemanusiaannya bnr2 gak ada..

Di otak ku sudah terbayang akan seperti apa nanti jika ak berkeluarga, yang jelas ak tidak ingin semuanya terlihat rancu dan tidak jelas, segala biaya kemungkinan yang terjadi harus di persiapkan. Terutama kesehatan dan pendidikan…

Melihat itu semua aku langsung berfikir dan berkata ” ak gak mau nikah muda ”

Terlalu beresiko, itu menurut gw…

gmn dengan kalian???

 Gw gak pernah tahu bagaimana cara dia berjalan

tapi gw tahu, dia begitu berwibawa dengan pembawaannya

Gw gak pernah tahu gmn cara dia bicara

tapi gw tahu dia tegas dan bersikap apa adanya

Gw pun gak pernah tahu ekspresi marah, senyum, atau tertawanya..

tapi gw tahu dia bukan manusia flat dan semua ekspresinya adalah gambaran sikapnya

1 tahun 8 bulan, gw gak bisa mengingat dengan jelas

siapa papah dan bagaimana dia…

Bahkan gw pun gak pernah inget seberapa banyak papah bilang “aden” untuk manggil gw

gw pun gak inget kmn aja papah bawa gw jalan2 waktu kecil

lagi2 gw gak inget kapan terakhir papah gendong gw..

Walau sekarang ada papah yang juga gak kalah menyayangi gw…

tapi gw tetep iri..

ketika semua keluarga gw masih mengingat kenangan bersama papah

bahkan mereka masih paham bagaimana papah bersikap dalam keadaan yang dia hadapi

gw tetep iri..

ketika banyak orang berkata ” papah adalah pria baik yang menyayangi keluarga, dan tampan..”

bagi gw, semua gambaran orang -orang itu  ke gw fiktif, dan gw sama sekali gak bisa membayangkan apapun tentang papah…

makanya,

saat foto itu hanya ada satu dan ketika semua orang berusaha memilikinya, gw gak terima mereka juga memiliki foto papah, krn bagi gw cukup mereka menyimpan kenangan sm papah dan biarkan gw memiliki gambaran papah walau hanya fotonya..

Sekarang, gw mulai berasa seperti ini gak punya papah..

gw selama ini gak pernah berfikir bahwa gw beda sama temen gw, krn gw juga punya mamah papah…

Tapi semakin usia gw bertambah gw baru menyadari bahwa papah gw emang gak ada dan gw emang gak bisa menggantikan dia dengan siapapun…

Suatu hari mungkin gw akan ngerasa kehilangan sangat walau kenyataannya gw emang udah gak pernah bertemu papah lebih dr 20 tahun, bahkan sediktipun gw gak pernah membayangkan apa dan bagaimana papah…

Saat ini, gw cuma mau bilang apa yang ada di hati gw

Gw kangen papah, dan mau ketemu dia

untuk bilang..

” pah, ak mau nikah dan berharap papah ada disana…. ”

miss u so much….

gw lagi dengerin lagu dewiq yang judulnya “katakan yang sebenarnya”

selain suara dewiq yang khas, lirik yang dia nyanyiin gak kalah unik dan bisa bgt di terima secara langsung tanpa harus mikir berat2…

“jika kau butuh, katakan butuh…jika kau cinta katakan cinta…jika berpisah, pisahlah saja…sakit dan perih hanya sementara…”

Dewiq bener bgt, sesuatu jika di putuskan secara cepat dampaknya juga pasti gak akan berkepanjangan.

Kaya gw yang akhirnya mengakhiri dan memilih berpisah dr dia…

hey guys, boong bgt kan klo gw bilang gak sakit…

Sakit banget malah, lebih dari patah hati waktu lu pacaran pertama kali…

Tapi sekarang gw malah bisa tersenyum, entah apa yang terjadi skrg klo gw gak pisah sama dia mungkin gw malah lagi nangis2 kali yah????

Dan mengenai hubungan kami saat ini, realnya kita sekarang berjalan masing-masing dan tidak saling mengganggu…yah walau sekali-sekali gw emg menyempatkan diri untuk tahu kabarnya, tapi yah enggak nanya sama dia lah…

Bersyukur, sepertinya dia baik2 saja…

Bahkan gw berharap dia bisa lebih bahagia sm istri dan insyaallah anaknya nanti…

Jujur gw pu sekarang menghindari pembicaraan yang gak penting sama dia, sekalipun gw ketemu dia atau berpapasan. Gw lebih milih menundukan wajah, atau pergi tanpa kata…

Bukan menghindar, tapi itu emg sikap udh paling bagus saat ini…

Next time gw pasti ketemu dia lagi, dan saat itu kami sudah benar2 lupa bahwa kami pernah bersama…. amien

Gw lelah banget sama hati gw sendiri, yang gak bisa mulai dengan segala hal yang gak ada hubungannya sama dia…Gw rasa semua akan tetep ada hubungannya sama dia selama gw masih ketemu dan satu atap sama dia…

Jujur sekarang gw nyesel kenapa memulai hubungan yang bikin gw jatuh lebih parah dari pada sekedar patah hati…

Terlebih lagi saat gw melihat senyum kemenangan dia, krn berhasil melupakan gw lebih dulu, segala upaya gw kayanya sia-sia aja untuk lupain dia, karena yang harus gw lakukan adalah tidak melupakan tetapi sebaiknya memulai hubungan baru dengan orang baru yang jauh lebih baik dari pada dia….

Hal terberat yang gw lakukan adalah berusaha bangkit dari keterpurukan gw sendiri, menata kembali hati yang mulai gak jelas bentuknya. Tapi di satu sisi gw juga ngerasa pesimis sama diri gw sendiri, ngerasa harapan untuk memulainya dengan orang lain jauh dari apa yang gw bayangkan.

Sayangnya gw bukan org yang mau memulai semuanya dengan kebohongan, juga dengan kisah salah yang pernah gw alamin ini…

Melalui blog ini semua orang tahu kisah gw, gw pun gak sedikitpun menutupi apapun yang gw jalani, cerita gw pun begitu apa adanya dan tidak sediktipun gw lebih atau kurangkan.  Suatu saat seseorang yang mungkin lama atau sebentar lagi mengisi hidup gw juga akan tahu tentang hal ini, dan gw mungkin masih menata hati gw untuk siap mendapati kesedihan ketika pada kenyataannya masa lalu gw begitu buruk dan gak bisa di terima sama siapapun yang mau menjalani hubungan sama gw…

Gw rasa saat itu gw cuma bisa nangis, nyesel, dan sangat mengutuk perbuatan gw sendiri…

Dan sebenernya dia pun tahu blog gw ini, dia tahu bagaimana curahan hati seorang DESTI yang setelah dia tinggalkan terlihat ceria namun kenyataannya tidak seperti itu, dan gw akan terus menunggu kejutan-kejutan hidup gw selanjutnya yang gak lain adalah dampak dari kesalahan gw karena menjalani sebuah kisah yang salah….

Gw pun jenuh melihat postingan sejenis perselingkuhan yang makin hari makin gak menunnjukan sebuah ekspresi penyesalan, gw yang menjadi pihak ketiga jadi muak sendiri…Karena pada kenyataannya perselingkuhan itu gak sedikitpun indah, malah menjadi sebuah trauma tersendiri buat gw!! Tapi postingan yang entah sejak kapan gw mulai sering membacanya, menunjukan bahwa selingkuh itu sebuah kegiatan yang begitu menarik, padahal tidak!!!

Gw ada di titik lelah dan jenuh memikirkan itu semua…..

Berapa kali dalam hidup ini gw bilang dan mengakui sayang sama orang yang bukan orang tua gw, bukan adik kakak gw, atau bukan sahabat gw. Rasanya gak percaya aja klo gw juga sebenenrnya hampir setiap kali mengulang kata “gw sayang sama lu” setiap kali gw menemukan seseorang yang bisa jadi temen gw, lebih dari sekedar temen biasa(pacaran atau TTM-an). Tapi entah mengapa fenomena yang udah biasa juga akan ke-ulang, yaitu gw juga akan ngelupain itu seketika dia pergi dari hidup gw…

Sayang itu kaya gimana sih?? apa mengharapkan dia nelpon gw, dengerin cerita gw, nemenin gw muter2 cari perlengkapan rumah gw?? atau yang sanggup bikin gw nangis dan bilang benci ke dia??

hhhpppfffhhh….

Ternyata gak simple untuk memutuskan siapa orang yang lu sayang selain orang2 yang tadi gw sebut di atas, bahkan sekarang gw meragukan perasaan itu sendiri. Apa mungkin gw bisa sayang sama orang tulus? gak berharap apapun, dan enggak menggantungkan apapun sama orang lain.

” sayang itu hampir di samakan sama harapan dan kemanjaan, km harus tahu sebenernya km sayang gak sama dia. Atau jangan-jangan km cuma berharap dan bergantung ajah?? ”

Sebuah pertanyaan meluncur dari temen sekantor gw saat bertanya ” apa kamu udah pernah sayang dan cinta mati sama seseorang? ” gw gak bisa jawab, krn gw sendiri ragu apa itu sayang dan cinta??

gw pun mengambil pemikiran sendiri, bahwa cinta itu hanya terdiri dari 1 % sayang ketika sebuah perasaan ketergantungan dan harapan itu muncul dan menjadi dominan 99% di hati dan pikiran lu. Itu bagi gw…gak tahu buat yang lain.

Kenapa gw bilang gitu, karena rasa sayang itu sebenernya include di dalam cinta, tapi sesaat cinta itu sendiri bisa berubah menjadi sebuah hal yang jauh dari sayang ketika perasaan itu berubah menjadi sebuah sikap yang ketergantungan dan berharap.

Saat lu udah biasa melakukan semua sama dia dan seketika dia pergi lu malah gak bisa ngapa-ngapain, bahkan ngerasa kosong?? itu yang sering di sebut cinta..padahal lu secara gak langsung menunjukan bahwa rasa lu itu bukan cinta tapi ketergantungan alias manja, dan cinta bukan menja cinta itu sebuah rasa yang bisa berdiri sendiri tanpa harus ada penopangnya, cinta itu just one dan gak bergantung sm siapapun.

Saat lu kecewa ketika dia melakukan apa yang gak pernah lu fikirkan, berbuat apa yang gak pernah lu bayangkan, dan ketika dia  memutuskan mengakhiri semua kisah kalian. Apap itujuga cinta?? kecewa cinta?? terserh kalian setuju atau enggak, tapi klo menurut gw cinta itu gak pernah kecewa, cinta itu gak pernah sakit,karena cinta itu gak pernah berharap jadi ketika semuanya gak sesuai denga yang lu inginkan lu gak akan pernah kecewa karena lu gak pernah berharap apapun…. Cinta itu sayang yang apa adanya tulus dan gak berharap.

Kaya orang tua yang gak pernah memperhitungkan apapun yang akan lu kasih ke mereka, its real cinta!!

Kaya Tuhan yang selalu memberi maaf ketika lu berbuat salah, dan ketika Tuhan terus memberi lu tanpa pernah memikirkan apa yang udah lu kasih terhadap-Nya…of course itu cinta!!

dan Cinta itu terlalu tipis perbedaannya sama ketergantungan lu sama orang dan harapan lu smaa orang lain.

Sekarang, coba lu liat dan lu fikir apa bener orang yang sekarang di fikiran lu, yang ada di samping lu, bener-bener udah lu kasih cinta dari lu, sayang yang real??

Gw rasa untuk nge-balas cinta dari orang tua yang udah mati-matian ngurusin gw sampe sekarang aja gw belum bisa setulus mereka. Gw mau cinta dan sayang in gw kasih ke mereka dulu, orang-orang yang udah menjadikan kepala dan kakinya sebagai penopang hidup gw sampe gw bisa berdiri sendiri.

Kapan cinta itu gw berikan untuk orang lain??

Semua butuh proses, gw gak peduli sama hasil akhir kaya apa dan gw rasa ketika gw udah bisa juga cinta ke orang lain, tentunya orang itu bisa memposisikan dirinya sama seperti kedua orang tua gw yang cinta sama gw. (walau jujur gw gak percaya kan ada orang yang sayang dan cinta sama gw sama kaya mamah papah gw ke gw)

Sebelum lu memikirkan untuk mencintai orang lain, cobalah untuk menengok orang yang selama ini justru gak terfikirkan oleh lu bahwa mereka adalah satu-satunya orang yang begitu mencintai lu sebelum lu hadir ataupun setelah lu bener-bener bisa mengurus diri lu sendiri. Bahkan ketika lu memutuskan untuk mencintai oang lain, mereka akan dengan sepenuh jiwa ikhlas melepaskan lu…rite?? itu cinta, gak pernah kecewa ketika lu pergi dari sisinya….

Tadi malam seperti biasa gw kongko-kongko bareng sama temen-temen gw di daerah barito.

Gak seperti malam-malam sebelumnya, malam tadi gw di anter langsung sama my luvly brother yang nyempetin pulang kerja untuk nganter gw. (biasanya gw barang abang zeffry, tmn yang udh kaya abang gw sendiri)

sampe di tempat yang di tuju, beberapa brother2 gw udah kumpul dengan gaya khas mereka (nge-deprok!!tau nge-deprok???).

Gak ada yang berubah dari malam-malam sebelumnya, gw juga asik dengan ngobrol-ngobrol kecil sama beberapa brothers…

Lagi asik-asik ngobrol, terdengar suara gaduh yang cukup mengusik perhatian gw. Ternyata di sebrang jalan tempat gw nongkrong, ada keributan yang terjadi antar pengunjung dengan salah satu bencong yang lagi mengais rejeki disana…

Miris gw ngeliat itu, gimana enggak, bencong juga manusia bukan?

Tapi pemandangan yang gw liat bukan kaya gitu..bencong itu di pukul sama seseorang yang merasa tersingggung (gak tahu si bencong bilang apa, menurut yang gebukin katanya dia di katain sm si bencong) secara membabi buta…Bencong itu cuma mengenakan pakaian dalamnya (macam balita degh pokonya) gw sempet teriak “hegh woi..” saat si bencong sedang di bag-big bug… Dan saat itu juga salah satu teman gw mengingatkan gw untuk gak ikut campur…” desti..jangan..hust..diem ajah!! ”
Oh My God, ada sebuah kekerasan di depan mata gw tapi gw juga gak bisa ngapa-ngapain.. Akhirnya bencong itu di usir dari sekitar tempat gw nongkrong dan jujur saat itu gw berfikir ” bencong itu pulangnya gmn? kedinginan gak? ongkosnya gmn? besok klo dia mau kemari lagi gmn sambutan warga? ” semua itu berkecambuk dalam otak gw, dan gw berusaha nenangin otak gw ” itu bukan urusan gw!! ” ucap gw dalam hati. Masih dalam keadaan schok dan menenangkan diri akibat ngeliat kekerasan itu gw berusaha enjoy dan sedikit mengulas kejadian tadi sama teman-teman gw.

” bencong itu gak punya pertahanan, dia lebih lemah dari cwe ” pendapat gw

” kata siapa sist, justru dia lebih sangar dari cwo ” saut seorang teman gw.

akhirnya gw mutusin untuk diem dan tutup omongan tentang hal itu.

Tapi gak di sangka-sangka, ada keributan lagi dan lagi-lagi seorang bencong!!!!(entah bencong yang sama atau temennya bencong yg tadi) kali ini lebih sadis dan gw bisa nyaksiin langsung betapa gak manusiawinya bencong itu di perlakukan!!  Gw agak menyesalkan kenapa dari sekian banyak tmn-tmn gw cm satu orang aja yang berusaha menengahi (mungkin karena tmn-tmn gw jg mau cari aman dan berfikir itu bukan urusan mereka). Sekilas gw liat bencong itu mohon-mohon maaf dan ampun, tapi seseorang yang udah meng hajarnya abis-abisan udah kaya ketutup sama setan dan gak punya lagi sikap manusia!! rasanya gw mau banget nyamperin bencong itu untuk nunjukin bahwa gw masih peduli sama dia, tapi karena sekeliling gw juga gak mendukung gw putuskan untuk mengurungkan niat gw.

Sosok bencong itu hilang di kegelapan malam…dan gw masih tertegun…

Temen gw yang ikut nengahin pengeroyokan bencong itu dateng dan dia menjelaskan duduk persoalan

” bencongnya songong, ngamen gak di kasih malah menghina..bla…bla…bla..”

Entah kenapa gw gak bisa membenarkan apapun yang di jadikan alasan untuk membenarkan perlakuan terhadap bencong itu. Sekalipun bencong itu juga salah, gw rasa gak dengan cara itu menyelesaikannya. Dan sekalipun bencong itu yang menyulut suasana jadi kacau gw tetep gak suka dengan kekerasan yang malah bisa menimbulkan korban. Kalo bencong itu menghina, apa ada korban secara fisik? enggak kan??? berlebihan aja klo sampe harus di lucuti dan hanya di biarkan mengenakan pakaian dalam!! Terlebih suasana malam tadi lumayan dingin.

Status sosial apapun seharusnya gak mengurangi hak seseorang untuk hidup, untuk di hargai, dan untuk berkembang sesuai keinginannya.

Keadaannya akan jadi lebih baik, klo seseorang itu paling enggak tidak mementingkan emosinya yang hanya sesaat. Kita gak akan pernah tahu seberapa lama umur kita, kebayang gak klo bencong itu ternyata gak punya umur setelah kejadian malam tadi, rasa sakit hati dan gak terima di perlakukan kasar dan semena-mena seperti itu akan dia bawa sampe akhirat. Apa kabar sm oknum yang melakukan kekerasan itu? jangan-jangan cm gara-gara hal itu oknum itu ketunda masuk surga? atau kebalik, si oknum ini malah gak ada umur dan belum sempat minta maaf sama si bencong, apa gak nunda masuk surganya?

Terlebih ini bulan ramadhan, seharusnya emosi gak secara terang-terangan di umbar di depan khalayak ramai gitu. Kalo dia merasa sakit hati sama si bencong apa salahnya di omong baik-baik. Kalo dia beranggapan bencong itu gak punya etika, dia malah lebih parah gak punya kemanusiaan!!!

Gw jelas-jelas mengutuk perlakuan kekerasan apapun yang ditujukan ke orang lain sekalipun orang itu emang bersalah, apa lagi pengeroyokan, kekerasan yang di lakukan di depan umum yang bisa mengakibatkan kesakitan fisk dan juga mental.

Buat yang suka main keroyokan atau gebukin orang di muka umum semau lu aja hanya karena tersinggung atau alasan apapun gw kasih dan nobatkan lu sebagai MANUSIA GAK BERHATI.

Udah gak jaman emosi di umbar-umbar, emang lu bisa langsung terkenal kaya power ranger atau satria baja hitam setelah lu bag-big-bug orang??!!

Orang yang baik adalah orang yang bisa menempatkan emosinya dengan baik dan benar. Semoga gak ada lagi orang yang semena-mena. Buat kalian yang mencari rejeki di malam hari dan mengharapkan pemberian orang, alangkah baiknya jika seberapapun yang mereka kasih walaupun hanya senyuman tetaplah bersyukur percaya lah rejeki anda sudah di tentukan.

” kamu maklumin aja, sekarang yang penting jagain adik-adik km dan jangan keluyuran…”

itulah kata-kata yang tante lontarkan, dulu bgt sama gw…

Ketika itu, papah yang udah jadi power rager dalam hidup gw membuat semua keadaan runyam dan berantakan. Tante bilang setiap ce atau co akan ngalamin PUBER KEDUA di usianya yang menjelang 40 tahun. Apa iya yah???

Singkat cerita, papah kembali menjalin hubungan sama mantan pacarnya yang juga udh berkeluarga, parahnya anak dari mantan papah itu temen main gw. Kalian semua pasti tahu lah ending hubungan gw sama teman gw kaya apa…

Gw emang dasarnya cuek, tapi sebenernya semua itu cukup mengganggu gw, secara saat itu gw masih duduk di bangku SMP (klo gak salah, gw males inget-nget) . Gw yang tergolong ber-prestasi pun terpaksa melorot, nilai pelajaran gw ancur lebur bgt. Keadaan rumah jadi se-dingin es, biasanya gw yang selalu curhat pulang sekolah sama adik-adik dan orang tua gw jadi super diem dan sok gak mau tahu sama keadaan orang tua gw.

Wanita itu menyelinap diam-diam tanpa mamah sadari

Sebut aja dia tante M, dia baik banget, dia dateng bertamu ke rumah gw dengan niat yang baik dan kami sekeluarga respect sm kehadiran dia. Mamah emang bukan tipical ce yang cemburuan, dan mengingat anaknya tante M temen gw jadi mamah atau gw sekalipun gak pernah berfikir bahwa dia mau nge-rebut papah dari kami.

Lama-alam yang namanya se-org istri pasti tahu sekecil apapun perubahan dari suaminya, itupun yang mamah rasakan dari papah (gw? gak ngerasain apapun). Saat itu papah emang lagi gak punya penghasilan tetap, tapi mamah bingung kenapa selalu aja ada uang buat biaya hidup kita. Mamah sempet utarain ini sama gw, walaupun gw masih SMP saat itu, tapi berhubug gw anak paling gede, jadi mamah biasanya curhat sama gw. Kecurigaan mamah ternyata langsung di sampaikan ke papah. Mungkin saat itu papah yang juga udah bersalah, panik dan berusaha nutupin kesalahannya dengan ngamuk-ngamuk di rumah. Itulah awal petaka kehadiran orang ketiga di keluarga gw.

Mamah terluka, dan perpisahan itu ide gw….

sebagai ce mamah juga punya perasaan, dan dia mungkin merasa gak kuat dengan kelakuan papah, yang setiap pulang ke rumah selalu dalam keadaan labil. Syukurnya adik-adik gw gak pernah mendengar keributan yang terjadi di rumah karena papah dan mamah selalu ribut ketika mereka benar-benar yakin  anak-anak mereka udah di alam mimpi. Gw pun selalu tahu keributan mereka dari mamah, walaupun gak secara langsung karena gw bisa liat dari mata mamah yang bengkak karena kebanyakan nangis. Gw bingung gimana bisa netralin keadaan rumah, gw jadi males pulang k rumah, dan gw juga sebel liat papah.

Keadaan di rumah gw akibat orang ketiga itu udah cukup meluluh lantahkan keadaan harmonis di rumah gw, adik-adik gw jadi introvet, gw juga jadi anak paling anti ketemu bapaknya… Gw yang paling besar, gw yang paling mengeti keadaan rumah tangga ornag tua gw, dan akhirnya..

” kalo mamah udah gak kuat lagi dan udah gak bisa lagi nerima perlakuan papah yang kaya gini, mamah cerai ajah, atau kabur ajah mah…”

kata-kata itu keluar dari mulut gw karena asli gw gak tega ngeliat mamah selalu di sakitin hatinya, walau papah gak pernah kasar fisik. Sesuai dengan yang gw dan mamah rencanakan, akhirnya mamah kabur dari rumah (knp gw bilang kabur, karena papah gak tahu…sedangkan gw dan adik-adik tahu dimana mamah dan bagaimana menghubunginya.)

Setelah kepergian mamah, gak gw duga papah malah berani manggil orang ketiga itu ke rumah….

Gw dan adik-adik konsisten untuk tidak memberikan salam atau muka kita ke Tante M…

Gila!!! tante M berani banget dateng k rumah gw sama anaknya yang paling kecil, sumpah bikin gw mau marah sekaligus sedih… Gw dan dua adik gw ngurung diri di kamar adik gw, kita bertiga nangis inget mamah dan kepengen ikut mamah, tapi kita masih sekolah dan gak mungkin pindah karena mamah juga bukan wanita karir yang punya uang sendiri dan bisa mindahin sekolah kita untuk ikut dia. Keuangan kami semua dari penghasilan papah.

Capek nangis, kita bertiga ketiduran dan gw baru bangun paginya…

Tante-tante dari keluarga papah pada main ke rumah, mereka tahu banget keadaan rumah tangga orang tua gw dan anehnya mereka malah menyesalkan kepergian mamah…

hagh??? apa mereka bukan wanita sampe mereka malah nyudutin mamah yang terpaksa pergi karena gak kuat sama keadaan papah??

Gw benci banget sama perbincangan tante-tante gw yang gak tahu apa-apa tentang bagaimana perasaan mamah saat itu, dengan mata berkaca-kaca dan hampir nangis, gw usir tante-tante gw..

” tante semua gak ngerti keadaan mamah, jadi jangan nyalahin mamah klo mamah pergi. yang salah tante M ngapain juga dia datang dan ngacak-ngacak rumah tangga kami “

mungkin saat itu tante-tante gw kaget dan memilih untuk pergi, walaupun satu diantara mereka ngejelasin k gw kalo papah cuma mengalami masa puber kedua dan itu cuma sesaat dan berlangsung lama, makanya mereka menyesalkan kepergian mamah yang menurut mereka “tidak sabar”

Mana ada yang bisa sabar???(coba aja kalian mikir)

Singkat cerita, mamah akhirnya kembali ke rumah, karena saran dari salah se-orang yang di tuakan di keluarga papah yang juga penasehat agama. Mamah kembali buat anak-anak dan keridhoan allah, bukan untuk papah. Sejak saat itu mamah belaga gak peduli sama hubungan yang masih papah lanjuti sama Tante M, gw pun ikutan gak peduli juga.

Tinggal di rumah berasa cuma ada mamah ga dan adik-adik, papah ada tapi kita gak pernah meng-gubris dia. Mungkin itu yang akhirnya membuat papah kesel, dan ngamuk-ngamuk lagi untuk kedua kalinya. Papah ngerasa di cuekin sama keluarganya, dan dia gak terima itu.

Gw, mamah , dan adik-adik merasa menang….

Bulan Ramadhan menyadarkan papah… 

Mamah emang sososk wanita sabar, kuat, dan tegar, itu adalah sikap yang dia tunjukan selama papah berada di dalam  kesalahan. mungkin sikap itu juga yang membuat papah menyadari bahwa mamah adalah yang paling sempurna menutupi segala kekurangan papah. Biasanya papah pulang 3 hari sekali atau 2 hari sekali, tapi sejak bulan ramadhan datang papah gak pernah lupa untuk pulang dan menjalani ibadah bersama kami. Gw dan mamah kembali merasa menang dari tante M, mamah hanya bersyukur kepada allah bahwa harapan dan doanya selama ini di kabulkan.

Gw tahu  orang ketiga tidak akan mendapatkan tempat dimanapun

Malam takbiran datang, gw sekeluarga menyambut gembira…papah yang telah kembali kepada kami, mamah yang kembali tersenyum, dan adik-adik yang kembali bahagia. Begitu juga dengan gw, gw begitu bersyukur.

Menjelang malam kira-kira pukul 8 malam, tante M dan anaknya datang, gw yang belum berada di rumah tidak mendapatkan kabar apapun dari mamah, mungkin saat itu gw sedang dalam perjalanan pulang ke rumah sehabis membeli perlengkapan lebaran.

agw juga gak bisa membayangkan keributan kecil yang terjadi di rumah gw  saat gw belum kembali, gw gak tahu keributan itu sampai sejauh apa. Yang gw lihat saat gw kembali ke rumah, tante M sedang mencoba meraih kerudung yang menjadi penutup aurat mamah, gw yang gak terima dengan perlakuan tante M langsung berlari dan mendorong Tante M kira-kira satu meter jauhnya, gw juga heran kenapa papah bisa hanya diam!!!

L anak tante M yang juga teman gw juga ada di sana, dia gak terima saat gw mendorong mamahnya dan secepat mungkin dia ingin melayangkan tangannya ke wajah gw, belum sempat tangan itu mampir, tiba-tiba papah langsung narik L dan membawa tubuh L ke merapat denga tembok, di cengkramnya leher L dengan keras, seakan mau nyekik, papah gak terima dia mau nampar gw (FYI papah emang sayang banget sama gw..heheheh)

” lu sentuh anak gw se-ujung jari lu, gw matiin lu sama ibu lu sekalian..”

L nangis dan minta ampun, Tante M akhirnya mohon-mohon ke papah ngelepas L, mamah dan gw pun akhirnya minta papah lepasi L, setelah di lepas L dan Tante M pulang sambil teriak-teriak di depan rumah gw.

Malam takbiran yang rame rasanya…

Sebenernya saat keluarga gw di pertaruhkan karena kehadiran orang ketiga gw udah gak suka sama namanya orang ketiga, bahkan mengutuk abis-abisan.

Mungkin itu juga yang akhirnya membuat Tuhan menyadarkan gw, bahwa gw harus sesekali mengerti posisi orang lain dan gak boleh asal mencibir. Makanya ketika posisi gw justru ada di Tante M, gw ngerasa sikap gw yang terlalu antiapti sama dia dulu, bahkan sering melontarkan kata-kata kasar justru gw rasain balik.

Gw juga bersyukur sama Tuhan karena pelajaran yang dia kasih begitu menjadikan gw lebih bisa menghargai perasaan orang lain dan gak se-enaknya mengambil apa yang bukan hak gw.

Makanya saat dia pergi untuk ninggalin gw demi kebahagiaan dan keluarganya, gw gak pernah berusaha untuk mencegahnya karena gw tahu dia layak buat bahagia dan kembali bersama keluarga yang pastinya lebih mencintai dia dari pada gw…

sedikitpun gw gak pernah membenarkan posisi gw…

sejak kecil gw di didik untuk gak manja, jujur, dan mengakui kesalahan…

Menjadi pihak ketiga bukan hal yang mudah buat gw,

gak mudah jujur sama diri sendiri tentang posisi yang lu jalani

gak mudah untuk mengakui posisi lu sama orang lain

dan gak mudah untuk nerima kenyataan bahwa lu “gak normal”

apa pantas lu bilang diri lu normal saat lu menjalani hubungan lu sama org lain, tp jelas-jelas lu tahu dia udah punya hubungan sama org lain jauh sebelum lu hadir di hidupnya???

Gw yang ngerasa gak normal, malah saat itu berusaha untuk membuat diri gw happy dan fun…padahal jauh di lubuk hati gw??? hampir tiap hari gak tenang, mikirin klo sampe semuanya ketahuan…

apa ini yang di harapakan? hidup gak tenang… walaupun jujur, gw bahagia juga karena seseorang yang pas telah hadir (menurut gw pas).

Tapi akhirnya toh gw sadar, bahwa semua ini cuma sesaat, dan pasti akan ada akhirnya…

Entah bad atau happy ending, saat itu gw gak kuat ngebayangin klo semuanya bad ending, tp gw juga yakin bahwa semua juga gak akan happy ending…

Akhirnya gw milih untuk jalani, dan memberikan keputusan sm cwo gw saat itu…

Klo dia mau berakhir, gw pasti nurut

dan klo dia mau lanjut, gw pun ikut…

ternyata, dia juga adalah org yang juga punya batas…

dia gak bisa terus di posisikan sebagai super hero-nya gw, atau suami yang bisa nutupin semuanya. Sampai akhirnya keputusan itu ada…

gw gak menolak apapun keputusan dia, sekalipun dia mau pergi dr hidup gw…

karena gw tahu dia layak bahagia, dan gw layak dapat yg normal-normal aja

hubungan yang baik-baik aja tanpa harus ada yang di sembunyikan dan harus mencintai bayang-bayang…

kita punya hak untuk bahagia, bahkan UUD memuatnya…

Dan tanpa merusak kebahagian orang lain, buat apa sih semua kebahagiaan klo akhirnya kita malah akan menyakitkan berbagai pihak. Bahkan pihak itu adalah orang tua kita sendiri, karena gak ada satupun orang tua yang gak merasa gagal  klo mendapati anaknya mampu menghancurkan rumah tangga orang lain.

Rite???

Hari ini gw masuk siang, hhpppfff…

langsung sign in YM…

Buzz!!!! ada beberapa org yang udh menyambut kedatangan gw…

termaksud si-bogorian, yang agak jengkel karena YM-nya gak buru-buru gw sautin…(maap,,,)

bukan mau nunda tapi emang masih ada yg kudu di sautin lebih awal kaya tmn2 kantor gw yg nanyain kerjaan.

Gak lama seseorang yang udh lama gak YM-an ng-buzz dan ngobrol sama dia…

bla..bla..bla…

Singkat cerita dia putus sm cwo yang juga suami org, kehancuran dia bisa gw rasain sangat…

Padahal di banding cwo yang pernah ngisi hidup gw, cwonya ini terlalu banyak janji sama temen gw.( juga pernikahan)

Dulu waktu gw putus, temen gw tahu bgt hancurnya gw, dan gw juga udh sering bilang jangan pernah ada di posisi seperti gw dan segeralah akhiri hubungnnya sm cwo yang juga statusnya ber-istri itu.

Tapi lagi-lagi ucapan gw gak di gubris, terserah fikir gw…

Dia juga akan ngerasain hal yang sama suatu saat, itu yang dia pilih, dan gw sudah berusaha mengingatkan…

Kini dia hancur, bahkan menurut gw lebih ancur dr gw…Karna dari awal tmn gw ini sll meng-anggap cwo-nya bisa adil dan fair terhadap dia dan keluarganya… Kenyataannya??

Dulu tmn gw sering bilang ” cwo lu tuh gak punya perasaan , ada waktunya donk dia sama lu dan gak perlu ngomongin keluarganya kaya cwo gw ”

Yah, memang dulu cwo gw sedikit banyak sering ngomongin istri dan keluarganya itupun krn memang gw yg bertanya. Selebihnya gw dan dia akan lebih banyak ngomongin masalah kantor kita masing-masing.

Sedangkan cwonya, selalu membiarkan hubungan mereka tampak indah, dengan kemanjaan-kemanjaan yang di kasih dan sedikit bgt tmn gw bisa nemuin celah keburukan cwonya, beda sm gw yang gak di manjain apapun sm cwo gw saat itu. Karena emang gw gak pernah berfikir untuk hal itu, walau bersama dia gw cukup bahagia saat itu.

Dari semua hal gw tahu, bahwa ketika seseorang memilih untuk menikah, seperti apapun pasangan yang ada di deket dia, dan se-pelik apapun masalah yang mereka hadapi, orang ketiga gak akan mampu mengambil posisi sang istri.

Gak gampang menjadikan seseorang tmn hidup, jd ketika pilihan jatuh biasanya susah untuk di ganti, walaupun terkadang ada kesalahan pastinya berharap bisa melupakan kesalahan itu dan kembali pada kehidupan yang damai bersama sang pendamping hidup yang telah di pilih dan di saksikan seluruh kerabat tercinta dan Tuhan sebagai saksi yang tidak akan pernah mati.

Dan…

GAK PERNAH ADA TEMPAT BUAT ORANG KETIGA

Next Page »